Senin, 29 Februari 2016

HORMONES : CONFUSING TEEN’S ( KEBINGUNGAN REMAJA )3


benar!”. Jawabnya tanpa beban “ Ayo pulang bareng!”. Ajak wil dengan karisma. Perilaku dan tingkah laku will kini mulai terlihat, ia seorang pelajar yang tampan dan cerdas dan sangat keras kepala juga mudah bergaul namun dia adalah laki – laki yang sering membohongi para wanita, dia mengandalkan ketampanan dan kepopulerannya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Tak terasa malam pun menjemput cerahnya hari pertama masuk sekolah yang panjang ini. Terdengar tekanan – tekanan keyboard yang sangat cepat di dalam kamar bernuansa feminim milik Dewi. “Apakah kau tau, hari ini ada pelajaran matematika di kelasku, guru yang berdiri di depanku bertanya padaku tentang apa yang telah ia jelaskan namun aku tidak dapat menjawabnya walaupun itu pertanyaan yang mudah. Dan tau kah kamu hari itu juga ada test matematika dan aku mengisi semua test itu dengna jawaban yang penuh dengan keraguan, walaupun soalnya itu
merupakan pertanyaan dasar yang mudah namun aku menjawabnya dengan keliru karena setelah pagi tadi kau bertanya soal matematka yang membingungkan kepadaku aku jadi kehilangan konsentrasiku. Aku selalu memikirkan jawaban apa yang seharusnya kuberikan kepada dirimu”. Isi tulisan yang di uduh tepat pada blog miliknya, dan mendapatkan banyak sekali komentar baik tentang ceritanya. Ternyata malam hari terasa tidak sepanjang hari kemarin, sekarang hari kedua masuk sekolah, para siswa berjalan masuk melalui gerbang tinggi nan gagah dengan menggunakan seragam yang rapi dan rambut yang tertata, namun berbeda dengan anak yang berjalan tanpa rasa malu menggunakan baju berwarna abu – abu dan sebuah jeans rapi hingga tepi matakakinya, tak lain si pembuat keributan dan anak keras kepala, Sontrak seluruh pasang mata yang ada disekitar melihatnya dengan rasakaget. “ Will?? Apaan ini? kamu udah gila!”. Berkata Teza kaget dan heran “ Apa kamu mau ngelawan dia lagi? Beradu argument lagi?”. Tanya Mogi heran .......................... Upacara memasuki hari kedua sekolah di awali dengan penuh kehikmatan oleh para siswa yang berseragam rapi tak terkecuali will yang tidak menggunakan seragam sekolah juga mengikuti upacara denganhikmat, namun setelah upacara selesai, will segera di panggil oleh guru pemengang tongkat agar memisahkan diri dari barisan. “ Kenapa kita harus memakai seragam?”. Ia berterikan didepan siswa lain yang berbaris rapi disekitarnya “Ini adalah peraturan yang sudah berjalan beberapa tahun dan sudah turun temurun”. Tegas guru “ Jika sudah lama, Bapak seharusnya memberikan alasannya!”. “Mari ikut keruang BK!”. Ajaknya marah ..................... “Apa yang kamu inginkan , kamu mau melawan saya dan sekolah?”. Tanyanya dengan emosi “Bukan begitu, Bapak tidak memberikan jawaban kenapa kita harus memakai seragam?”. Jawab willy “Karena kamu tidak mau menggunakannya, walaupun saya katakan alasannya, kamu akan tetap mencari alasan lain walau bagaimanapun!”. Jelas guru dengan nada tinggi “Lalu.. jika Bapak memberikan alasanya, aku akan suka menggunakan seragam?”. tanyanya berat “Karena kamu pelajar maka kamu harus menggunakannya!”. Sambil menunjuk wajah wil “Itu juga aku tau, tapi aku tidak mengerti kenapa?”. Tanyanya dengan berani “Pernahkah kamu bangga menjadi murid di sekolah ini? Seragam adalah suatu kebanggaan”. “Belajar disini telah membuat saya bangga.. .. tidak harus menggunakan seragam bukan untuk membuat saya bangga”. Jawabnya tanpa berpikir “Sudahlah aku tidak punya waktu untuk menjelaskannya kepadamu, dengarkan alasan kamu sendiri”. Kata guru seram yang mulai lelah beradu argument. Ternyata diam – diam wil merekam seluruh pembicaraan mereka. “Bapak belum menjawab pertanyaanku”. “Sudah cukup!!”. Kata terakhir yang terdengar di mulut guru seram itu. Akhirnya willy keluar dari ruang BK dengan wajah srumingah seperti mendapatkan undian berhadiah pulau, kemenangan tersirat dalam wajahnya sambil mengangkat tangan ke atas dan melihat tepat kejendela kelasnya yang penuh dengan teman – teman kelasnya yang mendukung keras apa yang dilakukan oleh dirinya. Semua pendukungnya bersorak “ woooo!! Will hebat!!! Dia keren!!!”. Will pulang dengan rasa penuhkemenangan, dan ia segera mengunduh hasil rekamannya dalam grup facebook siswa – siswi sekolahnya. Hal sama terjadi didalam kelas Tania, Teza dan Panji, saat guru menjelaskan tentang pelajaran, seketika semua ponsel milik siswa bergetar secara bersamaan dan terlihat rekaman suara yang berjudul “ KENAPA KITA HARUS MEMAKAI SERAGAM?” yang telah diunduh will menyebar ke hampir seluruh siswa. Dan hal yang pasti terjadi datang, guru pemegang tongkat itu masuk kedalam kelas dan menyampaikan bahwa, “hiraukan saja hal yang telah terjadi tadi pagi. Peraturan harus tetap diikuti apapun alasannya dan tidak boleh ada yang melanggar atau hukuman yang akan kalian terima!”. Lalu ia meninggalakan kelas dan menuju kelas lainnya, apa yang dikatakannya saat didalam kelas dan kelas lain sangat sama, bahkan dengan aksen yang sama pula. ................... Mentari kembali menyambut pagi yang cerah ini, ini adalah hari ketiga masuk sekolah, will tetap mempertahankan argumentnya, ia tetap tidak menggunakan seragam, ia kembali berjalan masuk ke dalam sekolah dengan langkah penuh percaya diri namun langkahnya seketika terhenti oleh para siswa yang sama seperti dirinya tidak menggunakan seragam, karena mereka ingin merasakan keadilan dan kebebasan, hampir setengah dari seluruh siswa sekolah tidak menggunakan seragam sepertinya. Tak lama kemudian semua siswa yang tidak menggunakan seragam dipanggil untuk segera berkumpul di aula sekolah untuk mendapatkan alasan atau mendapatkan hukuman. “Siapa yang membuat kekacauan ini dan kenapa kalian membiarkan ini terjadi? ( menunjuk pada para guru di sampingnya )”. Teriak kepala sekolah dengan rasa kesal. “ Aku yang telah membuat kekacauan ini!”. teriakan jawaban dari seorang anak penuh keberanian di antara kumpulan siswa yang tidak memakai seragam yang tak lain adalah will. “ Apa menurutmu membuat kekacauan itu keren? Kenapa kalian mengikuti ide bodoh ini? Hentikan ini!”. berbicara dengan nada yang tinggi “ Saya bisa bilang ke mereka semua , tapi saya tidak bisa... mereka membutuhkan alasan!”. jawabnya “ Sudah ku bilang alasannya, memakai seragam adalah peraturan dan ini sudah berjalan sejak dari dulu”. potong guru seram pemegang tongkat. “ Belum, jika aku memiliki nilai yang tinggi kenapa aku harus memakai seragam?”. Tanyanya tak henti “ Karena itu hanya perasaan kamu sendiri, apa orang lain punya perasaaan yang sama? Kenapa siswa sebelumnya bisa menaati peraturan yang sama tapi kamu tidak?”. “ Ini tidak adil, kami harus melakukan apa yang mereka lakukan!”. Opini siswa berkepala plontos Panji “ Tentang gaya rambut, apapun gaya rambutkku nilaiku tetap sama, kenapa aku tidak boleh menata rambut sesukaku?”. Sambung siswi yang masih penasaran. “ Walaupun warna rambutku berubah namun nilaiku tetap tidak berubah”. Sambungnya lagi “ Kami mengizinkan satu hal, tapi kalian akan menginginkan hal lain!”. Celoteh guru wanita cetus “ Itu akan membuatmu tidak fokus, karenanya pelajaran tidak lagi menyenangkan dibanding dengan gaya kalian”. Sambung guru seram pembawa tongkat. “ Mari kita coba, jika nilaiku tetap aku akan terus seperti ini jika nilaiku turun aku akan mengikuti peraturan”. Tawaran kecil dari siswa berambut kepang khasnya. “ Peraturan tetaplah peraturan tidak ada tawar menawar”. Menolak penawaran kecil dari Shefie “ Kita tidak akan tawar menawar lagi, tapi berikan jawabannya”. Kata wil yang mulai tidak sabar “ Dan itu bukan jawaban yang tepat!” sambung siswa pemegang saxsfon saat upacara Pin. “ Karena bukan itu jawaban ynag ingin kalian dengar, bukan?”. Sambung lagi guru wanita berambut pendek yang terlihat sangat mengerti permasalahan yang terjadi. “ Dengarkan! dan saya akan katakan alasannya!, Jika tas kamu di ambil seorang pencuri, siapa yang pertama di pikiranmu untuk meminta bantuan?”. “ Polisi!”. Jawab siswi dengan sepontan “ Nah, bagaimana kita bisa tau dari sekian banyak orang yang mana adalah polisi?.... Orang yang memakai seragam polisi, bukan?... Semua profesi memiliki tugas dan tanggung jawab, menggunakan seragam dapat menjelaskan apa tugas kita, apa yang harus dilakukan dan tidak di lakukan. Tugaspolisi adalah menjaga keselamatan kita, jadi ketika kita ada masalah kita dapat meminta bantuan kepada mereka, dan polisi yang berseragam akan ingat bahwa dia tidak seharusnya diam dan membiarkan pencuri kabur, benar??... Alasan mengapa kalian memakai seragam adalah untuk mengingatkan bahwa kalian seorang pelajardan tugas kalian adalah belajar, jadi selagi kalian masih memakai seragam pelajar itu akan mengingatkan kalian untuk melakukan yang terbaik untuk pendidikan kalian, ketika kalian selesai belajar kalian tidak harus memakai seragam lagi”. Penjelasanya yang sangat jelas “ Bu guru, di negera lain seperti Amerika pelajar disana tidak menggunakan seragam pelajar, tapi negara merekatetap maju”. Sangkal Pin “ Dinegara ynag berbeda lagi.... negara yang sangat maju yaitu Jepang, mereka memakai seragam sekolah juga.. kita semua menyadari itu, mereka mengikuti dan menghormati peraturan, dan mereka dapat membuat jepang maju, bukan? Segala sesuatu memiliki alasan masing – masing, kalian juga memiliki alasan sendiri, tapi kalian sekarang berada disekolah... yang memilki peraturan, peraturan kalian sebagai pelajar dan peraturan kami sebagai guru, hal itu haruskita patuhi... kalian melanggar peraturan dan kalian harus di hukum, sebaliknya peraturan sekolah tidak akan ada jika seperti itu,.... apa ini bisa disebut sekolah?”. Jelasnya panjang lebar. “ Pulang sekolah kalian harus membersihkan aula ini, aku akan mengizinkan kalian menggunakan pakaian ini hanya untuk satu hari saja, tapi jika siapa saja melakukan hal yang sama besok aku akan mengaggapnya sebagai masalah besar, mengerti!!”. Lanjut kepala sekolah memberi peringatan. ............................... Panji dan kawan – kawannya yang berkepala plontos menghampiri seorang pria yang duduk diatas motor merah besar yang sedang berhenti didepan gerbang sekolah. “ kak Irvan! Sedang apa disini? Udah lama gak liat kakak di sekolah ini setelah kelulusan”. Sapa salah satu teman Panji dengan akrab. “ Kak nunggu pacar baru kaka”. Jawabnya Datanglah gadis cantik berambut kepang khas menghampirinya sementara itu Panji merasa heran, karena terakhir dia melihat shefie keluar berdua dengan willy didalam toilet yang sama, rasa penasaran pun mulai menghampiri, Panji hendak bertanya pada kak Irvan, wajah Shefie mulai ketakutan, namun.... “ Kak!! ............. motormu dicat ulang ya?”. Tanyanya dengan terpaksa. Wajah Shefie terlihat lega, karena panji tidak menceritakan hal itu pada kak Irvan. ............................ Terlihat will mengangkat kedua buah ember berwana hijau yang penuh dengan air, dan meletakannya tepat di samping kaki mario yang sedang memegang kain pel, aula sangat ramai dengan para siswa yang bahu membahu membersihkan ruangan dan wajah mereka terlihat senang walaupun mendapatkan hukuman. Will berjalan mundur karena ingin menikmati kemenangannya, namun setelah berbalik wajah kiran tepat di hadapannya. “ Apa kamu puas sama apa yang udah kamu lakuin?”. Bertanya dengan nada yang aneh “ Kenapa? Mereka merasa senang karena kita menang!”. Jawabnya dengan penuh kepuasan “ Hah menang! Pikiranmu masih kaya anak kecil”. Meremehkan jawaban Will “ Kita menang, karna kita gak kaya kamu yang cuma ngikutin apa yang mereka suruh, kamu Cuma jadi boneka buat perbaiki hidup mereka yang dulu”. .........................................to be continue....................................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar