Menyangkal
dengan rasa malu dan bangga. “Lihat!! Lihat!! ( menunjuk pada seorang siswa
tampan yang tinggi dan berkarisma )... Ada kak Will!Ayo! Ayo! ( berlari menuju
pintu kelas )”. Ajakan salah satu teman Dewi “Waaah.. dia keren banget! Gak ada
yang nandingin deh!”. Willy berjalan dengan penuh percaya diri, namun tiba –
tiba jatuhlah bungkusan kotak berwarna hitam di dalam kantung celananya,
sementara itu diarah yang berlawanan muncul seorang siswi teladan di hadapan
Willy yang hendak mengambil bungkusan kotak hitam itu, ia menawarkannya pada
siswi teladan yang tak lain adalah Kiran " mau?” sambil menyodorkan
bungkusan hitam itu. “lihat deh! (menunjuk pada kedua Willy dan Kiran), mereka
cocok banget kan”. Bisikan teman Dewi terkagum – kagum. Sementara itu Dewi
mengkhayalkan sesuatu dalam pikirannya, daya imajenasinya yang tinggi mulai
berjalan. “Kiran, aku mau tanya, gimana sih cara ngerjain soal yang ini?”.
Tanyat Willy sambil menyodorkan kertas yang bertulis “ 1L0 “. ..................................................... “Awh, wil aku gak tau caranya, soalnya juga keliatan aneh”. Jawab Kiran Bingung “Tunggu.. ( sambil menghapus setengah dari soal aneh itu ), gimana sama yang ini!”. Memperlihatkan soal yang telah di hapusnya tadi. Dan tertulis kata “ I LOVE U“ dari soal yang aneh itu. .................. “Dew, lagi mikirin apa? Pasti ngayal lagi deh!”. Tanya teman Dewi yang tersenyum sendiri dalam lamunannya. ...................... Didalam ruang kelas XII IPA 2 sedang diadakan pemilihan ketua kelas ynag dipimpin oleh guru wanita berambut pendek yang tak lain adalah wali kelas Willy, Kiran Dan Mogi. “ Ya anak – anak, kita akan melakukan voting pemilihan ketua kelas, dan kandidatnya yakni antara Kirana Larasati dengan Intan Permatasari. Silahkan angkat tangan kalian untuk yang memilih Kirana! ( hampir semua murid mengacungkan tangannya ), oke sekarang angkat tangan kalian untuk yang memilih Intan ( hanya 2 orang yang mengangkat tangan yakni Willy dan teman sebangkunya ynag tak lain Mogi sahabatnya sendiri )”. Semua mata tertuju pada mereka berdua, pertanyan besar muncul didalam kelas yang tak lain adalah kata tanya ‘Kenapa?’. “Oke berarti yang menjadi ketua kelas adalah Kirana Larasati, beri tepuk tangan!”. Ajakan guru yang bersahabat itu, dan semua siswa mengikutinya. Pintu kelas begitu saja terbuka, masuk lah seorang guru yang berparas seram dengan gagah berjalan kedepan para murid ia juga membawa sebuah tongkat kayu panjang dan tipis yang digunakan untuk menakuti siswa yang melanggar, ditangan kirinya ia menggenggam sebuah gunting kecil yang runcing. “Beri salam!” teriak Kiran spontan “Saya akan memeriksa kerapihan untuk hari pertama masuk sekolah, dimulai dari potongan rambut anak laki – laki”. Kata guru seram itu sambil menghampiri seorang siswa yang berambut agak panjang di belakang dan segera memotong rambutnya dengan potongan yang tak sempurna. Lalu ia kembali berjalan kedepan tepat dimana dirinya berdiri tadi dan berbicara lagi. “ Peraturan sekolah ini harus kalian ikuti, karena peraturan seperti ini sudah dilaksanakan dari tahun – tahun sebelumnya dan menjadi tradisi dan turun temurun dalam sekolah kita”. Katanya dengan nada tinggi yang menakutkan. “Apaan sih?”. Celoteh siswa laki – laki duduk paling ujung yang tak lain aadalh Willy. “Apa kamu tidak setuju dengan apa yang saya bicarakan?”. Tanya guru seram dengan nada tingginya “Kurasa begitu, aturan potonganrambut setiap tahun aku tidak setuju!”. Berkata tanpa rasa takut. “ Tidak peduli sepuluh tahun atau seratus tahun itu adalah peraturan sekolah dan kalian harus mengikutinya!”. Sambil berjalan menuju ke hadapan Willy yang tengah duduk sambil menatap matanya “ Gunanya potongan rambut untuk apa?”. Bertanya dengan mengundang amarah “ Apakah pertanyaan itu penting untuk saya jawab?”. Kata guru seram yang bertanya balik “ Ya... Aku ingin tau alasannya”. Jawab lagi willy “ Itu adalah tradisi sekolah kita sejak dari dulu!”. Berkata singkat guru seram “ Lalu... orang yang membuat tradisi... apa dia memberi alasan? Apa gunanya kita melakukan itu?”. Memberi pertanyaan dengan penuh penasaran. “ Kamu tidak berhak bertanya seperti ini pada saya!”. Teriak guru seram sambil megebrak meja. “ Kenapa?”. Tanya kembali willy dengan berani. “ Saya tidak peduli dengan pemutar balikan alasan!”. Sambil menghantamkan tongkatnya yang gagah di atas meja. “ Peraturan sekolah harus kita ikuti tidak peduli apa alasannya, PERATURAN TETAPLAH PERATURAN!mengerti? ( tidak ada jawaban) Mengerti!!!!!!! ( teriak dengan mata melotot )”. semua siswa di dalam kelas menjawabnya namun dengan penuh keterpaksaan kecuali wil yang sama sekali menghiraukannya. Guru seram itu keluar dari kelas dengan penuh kemarahan tak lupa untuk membawa tongkatnya, di ikuti dengan wali kelas berambut pendek itu keluar dari kelas. ....................... Berbeda dengan keadaan di dalam kelas Tania yang tenang dan hampir tak ada kegaduhan, namun.. di balik jendela kelas terlihat seorang siswa berlari menuju kelas dan segera masuk ke dalam kelas, yang tak lain itu siswa yang terlambat masuk di hari pertamanya sekolah. “ Maaf bu saya telat masuk kelas! ( sambil menundukan punggungnya)”. Kata maaf dari seorang siswa pendek yang bernafas terengah – engah. “ Ya sudah cepat duduk di sana , hanya tersisa satu kursi saja”. Kata guru terpaksa. Ia berlari meunju kursinya dan tepat di sebelahnya ada siswi cantik dan baik Tania yang tak lain adalah teman sekelasnya tahun lalu. Mereka duduk bersama sekarang. “ Za, kamu telat lagi!”. Seru Tania “ Aku kesiangan Tan, Alarm di kamarku mati semua”. Jelasnya sambil tergesa – gesa mengeluarkan alat tulis didalam tasnya. Tiba – tiba sebuah spidol melayang kearah mereka berdua. “ Kalian diam!”. Teriak guru kesal. ........................... “ Sebelumnya di kelas X kitabelajar tentang makhluk hidup dan persamaan/perbedaan pada makhluk hidup, apakah ada yang tau, apa yang akan kita pelajari sekarang?”. Tanya guru yang terlihat baik. Semua siswa di dalam kelas seketika membisu mendengar pertanyaan tersebut kecuali Kiran. “ Hormon – hormon dalam tubuh dan Tingkah laku makhluk hidup”. Jawabnya tanpa ragu “ Ya benar sekali, bapak senang dengan siswa yang membaca sebelum dijelaskan”. ............................. Bel berbunyi meandakan waktu istirahat pertama untuk makan siang telah tiba. “Tania ayo kita ke kantin, tau gak Shefi itu suka ngegoda cowok – cowok keren di sekolah ( melihat pada seorang siswi dengan kepangan khasnya), oh ya tolong kasih tu Teza dia korban Shefi selanjutnya loh!”. Berkata teman Tania yang penuh dengan gosip. “ Itu Kiran, kalau dibandingin sama Shefi mereka kaya langit dan bumi!”. Celoteh siswi bermuka cetus “ Aku dengar Kiran dan Shefi sangat dekat dulu”. Kata siswi penggosip. Mereka terus menurus berbicara ngalor ngidul membicarakan hal yang tidak penting sementara Tania pergi meninggalkan mereka dan mengambil makan siangnya. “ Tan, apa kalian seneng – seneng?”. Tanya Teza siswa pendek itu. “ enggak, mereka ngebosenin, kerjanya ngomongin orang mulu”. Jawab Tania membuat kaget Teza. “ Mmm.. yang sabar ya, aku duluan ya!”. berjalan pergi meninggalkan Tania ............................ Tak terasa hari sudah hampir sore, dan bel kembali berbunyi, menandakan waktu belajar mengajar telah berakhir, semua siswa keluar dari kelasnya dan meninggalkan sekolah menuju rumah mereka.Terlihat dua orang siswa berjalan terburu – buru menuju pintu gerbang yang terbuka lebar. “ Dimana Teza? anak itu emang lambat, nanti warnetnya keburu tutup”. Kata wil yang terlihat kesal. “ Katanya di ada urusan dulu, nanti nyusul katanya!”. Jawab Mogi, mereka berjalan cepat dan sangat terburu – buru. “ Berhenti!! Masukan bajumu !”. perintah guru pembawa tongkat itu. “ Kenapa? Kan sekolah sudah pulang”. Tanya Will. “ Walaupun diluar kalian harus tetap menjaga kerapian seragam kalian!”. Bicara guru itu kembali. Mereka melakukan hal yang guru itu perintahkan dan segera meninggalkan sekolah untuk bermain game kesukaannya di warnet dekat stasiun kereta. Sedang asik bermain game online will menoleh ke arah jendela dan melihat seorang siswi cantik sedang berdiri dengna distemani seoran siswa dari sekolah yang berbeda dan tak lain adalah pacar dari siswi itu. Will tak henti – henti memandangi siswi cantik itu hingga siswi itu menoleh pada dirinya. Senyuman kecil dari siswi cantik itu membawa will untuk mengikutinya dan menaiki kereta. Sampailah mereka di tempat tujuan, siswi cantik itu berhenti dan menyapa wil dengan lembut, “ Hai! Will apa rumahmu dekat sini juga?”. Tanya siswi cantik “Ouh iya, gimana kamu tau namaku?”. Tanyanya tanpa rasa malu “ Kita kan belajar di sekolah yang sama, aku dari kelas XII namaku Binar panggil aja Bi”. “ Mmm.. tadi kamu jalan sama pacarmu ya, kalian turun di stasiun yang beda?”. “Ohhh.. dia temanku, iya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar